Menag RI dan Masyarakat Bengkulu Gelar Aktivitas Spritual Tabur Beni Ikan dan Lepas Burung di DDTS

Kota Bengkulu106 Dilihat

Kota Bengkulu, siberkreatif.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menghadiri kegiatan pelepasan satwa endemik di kawasan Danau Dendam Tak Sudah, Kamis (23/4). Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, jajaran pejabat pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan Menteri Agama ke Bengkulu, yang dikenal sebagai Bumi Merah Putih. Ia juga menjelaskan bahwa Danau Dendam Tak Sudah merupakan salah satu kawasan cagar alam yang telah ditetapkan sejak masa kolonial Belanda pada tahun 1936. Menurutnya, momen ini menjadi kebanggaan tersendiri untuk memperkenalkan keindahan alam Bengkulu kepada pemerintah pusat.

Pada bagian akhir acara, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa menjaga ekologi merupakan bagian dari nilai spiritual.

“Merawat alam adalah wujud syukur kita kepada Sang Pencipta. Melepaskan burung ke alam dan menebarkan bibit ikan adalah salah satu bentuk nyata rasa syukur kita kepada Tuhan dan bumi,” ujar Nasaruddin Umar.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pelepasan burung ke habitat aslinya serta penebaran bibit ikan di perairan danau yang dilakukan langsung oleh Menteri Agama bersama para undangan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh makna, mencerminkan kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.

Komentar