Menko Pangan Tegaskan  Pentingnya  Menjaga Swasembada Beras  dan Berpihak pada Petani

Kota Bengkulu77 Dilihat

Kota Bengkulu, siberkreatif.com –  Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, didampingi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, serta Wakil Gubernur Mian, menghadiri kegiatan Rembuk Tani yang digelar pada Jumat (1/5/2026) di area persawahan DDTS Kota Bengkulu.

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan ke Kota Bengkulu tersebut bertujuan memastikan program swasembada pangan berjalan optimal di setiap daerah.

Dalam konferensi persnya,  Zulkifli Hasan menegaskan 2 hal penting untuk menjaga swasembada pangan keberpihakan terhadap petani .Yakni harga gabah tidak merugikan petani, serta dukungan ketersediaan pupuk, dan larangan alih fungsi sawah menjadi apapun.

“Harga gabah tidak boleh kurang dari Rp. 6.500,- rupiah. Pupuk ada terus tidak pernah terlambat . Memang sawah tadi ada permintaan dari kelompok tani nengenai irigasi. Ini memang program prioritas. Kalau ada irigasi rusak tolong usulkan kepada PUPR dan tembuskan ke Menko Pagan. Insya Allah kita perbaiki” papar Menko Pangan

“Dan yang kedua tadi juga ada keluhan sawah – sawah berubah fungsi. Itu tidak boleh lagi. Sawa tidak boleh lagi berubah fungsi menjadi apapun.” tegas Menko Pangan

Menko Pangan juga menyampaikan konsekuensi yang harus ditangung jika masyarakat nekat mengubah alih fungsi sawah.

” Yang terlanjur sudah berubah, mulai 2010 kalau irigasinya bagus, ia harus menganti 3 kali luas. Kalau irigasinya air payau itu harus ganti 2 kali luas, dan kalau tadah hujan ia jarus menganti satu kali luas lahan sawah ” sampai Menko Pangan

Adanya sanksi tegas ini harapan benar- benar dipahami  oleh semua pihak untuk mendukung keberlanjutan program swasembada pangan  nasional terutama beras. Tujuannya untuk kesejahreraan petani dan masyarakat Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Wagub Mian, Sekdaprov Herwan Antoni, beserta jajarannya, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi, Wawali Kota Bengkuku, Ronny  L. Tobing beserta jajarannta, serta ratusan para petani dan penyuluh (Hr)

Komentar