JAKARTA , siberkreatif.com– Menghadapi ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat melanda wilayah Bengkulu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bergerak memperkuat kesiapsiagaan daerah. Tak hanya mengusulkan tambahan logistik dan kendaraan penyelamatan, Pemprov Bengkulu juga mendorong pembangunan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) berbasis Artificial Intelligence (AI).
Langkah strategis tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Kristomei Sianturi, di Ruang Rapat Kepala BNPB, Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (6/11).
Pertemuan itu secara khusus membahas penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Provinsi Bengkulu. Salah satu pendekatan yang turut menjadi perhatian adalah mitigasi langit, yakni ikhtiar pencegahan yang diharapkan berjalan seiring dengan kesiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Helmi Hasan menegaskan, penanggulangan bencana tidak boleh hanya berorientasi pada penanganan setelah bencana terjadi. Pemerintah harus membangun sistem kesiapsiagaan sejak dini agar dampak bencana dapat diminimalkan.
“Kita ingin penanggulangan bencana di Provinsi Bengkulu dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya fokus pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini. Melalui mitigasi langit, kita berharap berbagai ikhtiar dan langkah pencegahan dapat berjalan beriringan dengan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Helmi.
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Bengkulu melalui BPBD menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis yang dinilai mendesak untuk memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di daerah.
Dari sisi logistik, usulan mencakup paket pangan berupa makanan siap saji, paket sandang seperti selimut, kaos lapangan dan seragam sekolah, serta paket papan berupa kasur dan terpal.
BPBD juga mengusulkan perlengkapan bayi, perlengkapan keluarga, perlengkapan sekolah, masker hingga peralatan kebersihan keluarga. Berbagai kebutuhan tersebut disiapkan untuk mendukung masyarakat terdampak bencana, khususnya saat berada di lokasi pengungsian.
Sementara untuk memperkuat respons di lapangan, Pemprov Bengkulu mengusulkan pengadaan sejumlah kendaraan operasional, mulai dari mobil rescue, mobil toilet portabel, mobil dapur umum, sepeda motor trail hingga kendaraan pendukung lainnya.
Kebutuhan tenda untuk posko, posko komando dan tempat pengungsian juga masuk dalam daftar usulan kepada BNPB.
PUSAT KENDALI BENCANA BERBASIS AI
Salah satu usulan yang cukup strategis adalah pembangunan Pusdalops PB berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI), terutama bagi BPBD yang belum memiliki fasilitas tersebut.
Keberadaan Pusdalops berbasis AI diharapkan mampu memperkuat pengelolaan data dan informasi kebencanaan, pemantauan kondisi wilayah, koordinasi lintas sektor hingga mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan terintegrasi.
Selain itu, Pemprov Bengkulu juga mengusulkan pengadaan perangkat komunikasi yang terhubung dengan seluruh sektor terkait kebencanaan. Sistem komunikasi terpadu dinilai penting agar koordinasi antarlembaga berjalan efektif, terutama ketika terjadi kondisi darurat.
Kepala BNPB RI Letjen TNI Kristomei Sianturi menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan Gubernur Bengkulu bersama seluruh kepala daerah.
Menurutnya, penguatan logistik, peralatan, sistem informasi kebencanaan dan koordinasi lintas sektor merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah.
“BNPB menyambut baik langkah dan usulan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama seluruh kabupaten dan kota. Penguatan logistik, peralatan, sistem informasi kebencanaan serta koordinasi lintas sektor merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah. Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Kristomei.
Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti sebatas penyampaian usulan, tetapi menjadi pintu masuk bagi penguatan dukungan pemerintah pusat terhadap kebutuhan penanggulangan bencana di Bengkulu.
Dengan dukungan logistik yang memadai, peralatan penyelamatan yang lengkap, sistem komunikasi terpadu serta Pusdalops berbasis AI, Bengkulu diharapkan semakin siap menghadapi ancaman bencana sekaligus meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat.














Komentar