BENGKULU, siberkreatif.com – Menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam keimanan, berakhlak mulia, dan peduli terhadap persoalan umat menjadi tujuan utama Pelatihan Da’i Muda Bumi Merah Putih yang digelar Pemuda dan Risma Masjid Baitul Izzah (PRISMA), Sabtu (7/11).
Kegiatan perdana yang berlangsung di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu tersebut diikuti 125 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Peserta berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, remaja Islam masjid (Risma), hingga guru mengaji desa.
Pelatihan ini menjadi langkah konkret PRISMA Baitul Izzah dalam menyiapkan kader pendakwah muda yang tidak sekadar mampu berbicara di depan publik, tetapi juga memiliki pemahaman agama, karakter kuat, serta mampu menjadi teladan dan menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus mendukung program Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, yakni Mitigasi Langit, yang menitikberatkan pada penguatan spiritualitas dan pembentukan akhlak sebagai fondasi pembangunan karakter masyarakat.
Dukungan pemerintah provinsi disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri. Ia menegaskan, pembinaan keagamaan dan penguatan karakter generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Gubernur Bengkulu sangat mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini. Ini merupakan bagian dari perpanjangan program beliau, Mitigasi Langit. Sebagaimana program yang telah berjalan, Retreat Merah Putih telah diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, bahkan juga oleh para pelajar di Provinsi Bengkulu,” ujar Zulhendri.
Ia juga mengapresiasi inisiatif PRISMA Baitul Izzah yang telah membuka ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas dakwah bagi generasi muda.
Menurutnya, pelatihan tersebut berpeluang disinergikan dengan program pembinaan karakter melalui Retreat Siswa yang telah dilaksanakan di sekolah-sekolah.
“Program pelatihan da’i muda ini sangat bagus. Mewakili Gubernur Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Kegiatan ini nantinya akan kita hubungkan dengan program Retreat Siswa yang sudah kita laksanakan di sekolah. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dikembangkan dengan program dan kegiatan yang lebih banyak lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PRISMA Masjid Baitul Izzah, Wawan, menegaskan bahwa makna dakwah tidak boleh dibatasi hanya pada aktivitas berceramah di atas mimbar.
Menurutnya, dakwah merupakan upaya mengajak manusia mengenal kebesaran Allah Subḥānahu wa Ta’ala, meneladani kemuliaan Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wasallam, serta menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Seorang da’i tidak mesti harus selalu tentang berceramah. Namun, ketika kita membicarakan keagungan dan kebesaran Allah serta kemuliaan Rasulullah, itu sudah termasuk dakwah. Da’i adalah penerus tugas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam,” ungkap Wawan.
Ia berharap pelatihan perdana ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya pandai menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam kehidupan.
Lebih dari itu, para peserta diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu memberikan keteladanan, peka terhadap persoalan sosial, serta hadir membawa solusi dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan gerakan dakwah, PRISMA Baitul Izzah juga telah menyiapkan sejumlah program lanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di antaranya menjalin kerja sama dengan Pos Dai dalam program pembinaan mualaf di Pulau Enggano serta menginisiasi Gerakan Belajar dan Mengajar Al-Qur’an.
Program tersebut menjadi bukti bahwa gerakan dakwah tidak hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui pendidikan Al-Qur’an, pendampingan keagamaan, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pembinaan.
Melalui Pelatihan Da’i Muda Bumi Merah Putih, PRISMA Baitul Izzah berharap lahir lebih banyak generasi muda Bengkulu yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap umat.
Sebab, tantangan dakwah ke depan bukan hanya membutuhkan generasi yang pandai berbicara, tetapi juga pribadi yang mampu membuktikan nilai-nilai Islam melalui perilaku, keteladanan, dan pengabdian nyata kepada sesama. (Hr)












Komentar