BENGKULU TENGAH, siberkreatif.com – Masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Bengkulu Tengah bakal mendapatkan pelayanan kesehatan langsung dari dokter spesialis penyakit dalam. Melalui program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah akan menyasar dua desa yang selama ini membutuhkan akses pelayanan kesehatan lebih dekat.
Kedua desa tersebut yakni Desa Talang Boseng dan Desa Kembang Ayun. Untuk mendukung pelaksanaan program ini, Dinas Kesehatan menggelar monitoring dan diskusi bersama kader kesehatan di Puskesmas Desa Sidodadi, Rabu (4/11/2026).

Kepala Puskesmas Desa Sidodadi Kecamatan Pondok Kelapa, Ns. Resha Jayanti, S.Kep, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya akan turun langsung ke dua desa terpencil tersebut guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kita akan turun ke dua desa, yaitu Desa Talang Boseng dan Desa Kembang Ayun. Kepada kedua desa tersebut, tolong maksimalkan persiapannya karena kita akan hadir bersama dokter spesialis penyakit dalam,” ujar Resha.
Ia menjelaskan, berdasarkan kondisi kesehatan masyarakat di kedua desa tersebut, sejumlah penyakit tidak menular yang kerap ditemukan di antaranya hipertensi, diabetes melitus, asam urat, dan kolesterol.
Karena itu, kehadiran dokter spesialis diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan, diagnosis, serta penanganan medis yang lebih optimal tanpa harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah, Barti Hasibuan, S.K.M., melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Yusvera, S.ST., mengatakan program PKB merupakan salah satu upaya pemerintah Pusat untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
“Desa terpencil pelayanan kesehatan (DTPK) akan diberikan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB). Program ini sangat dibutuhkan masyarakat desa. Oleh karena itu, kita akan mendatangkan dokter spesialis penyakit dalam, dr. Jonggara Oktaviandra Siahaan, Sp.PD,” ungkap Yusvera.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program tersebut juga sangat bergantung pada kesiapan tenaga kesehatan di tingkat puskesmas, khususnya dalam melakukan pemeriksaan awal dan mendiagnosis penyakit yang dialami masyarakat.
“Kami meminta pihak puskesmas melakukan diagnosis terhadap penyakit dalam yang dialami masyarakat di kedua desa tersebut secara tepat dan benar, sehingga hasilnya jelas dan pelayanan kesehatan bergerak yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap koordinasi antara puskesmas, kader kesehatan, dan pemerintah desa semakin optimal. Dengan demikian, pelaksanaan PKB dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah terpencil.
Adapun jadwal PKB bersama dokter spesialis penyakit dalam ini adan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2026 di Desa Kembang Ayun dan tanggal 11 Desember 2026 di Desa Talang Boseng
Kegiatan tersebut turut dihadiri Babinsa, kader kesehatan, tenaga medis, serta sejumlah undangan lainnya. (Hr)









Komentar