Sensus Ekonomi 2026 Kepahiang Tuntas 100 Persen, BPS Masuk Tahap Evaluasi Data

Kepahiang153 Dilihat

KEPAHIANG, siberkreatif.com — Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, telah rampung. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepahiang mencatat seluruh tahapan pendataan lapangan berjalan lancar dan mencapai 100 persen.

Ketua Sensus Ekonomi Kabupaten Kepahiang, KMS. Taufik Rahman, S.Si., ME., mengatakan pendataan Sensus Ekonomi telah berlangsung sejak 15 Juni hingga 30 Agustus 2026. Saat ini, BPS Kepahiang memasuki tahapan evaluasi dan pemeriksaan terhadap hasil pendataan di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Taufik saat diwawancarai di Kantor BPS Kabupaten Kepahiang, Selasa (15/9/2026).

“Untuk Sensus Ekonomi di Kabupaten Kepahiang berjalan dengan lancar. Pendataan sudah berjalan sejak 15 Juni sampai dengan 30 Agustus dan sudah mencapai 100 persen,” ujar Taufik.

Menurutnya, setelah seluruh proses pendataan lapangan selesai, BPS kini melakukan evaluasi untuk memastikan data yang dikumpulkan benar dan tidak terdapat data yang tidak wajar.

Tahapan evaluasi tersebut dilakukan dengan mengecek kembali berbagai data hasil sensus. Jika ditemukan data yang keliru atau tidak sesuai, BPS akan melakukan perbaikan sebelum data tersebut ditetapkan sebagai hasil akhir.

“Kita sekarang sedang dalam tahapan evaluasi hasil lapangan. Kita mengecek data-data yang tidak wajar, mana data yang benar dan mana yang keliru untuk kemudian diperbaiki. Prosesnya masih berjalan,” jelasnya.

Taufik menegaskan, masyarakat belum dapat mengetahui secara pasti jumlah usaha, jumlah usaha berdasarkan sektor maupun besaran omzet yang tercatat dalam Sensus Ekonomi 2026. Sebab, seluruh data tersebut masih melalui proses pengolahan dan evaluasi.

Ia menyebutkan, hasil lengkap Sensus Ekonomi 2026, termasuk jumlah usaha, sektor usaha dan indikator ekonomi lainnya, direncanakan baru dapat dirilis BPS pada awal tahun 2027.

“Kalau untuk data lengkap, seperti berapa jumlah usaha, berapa jumlah usaha per sektor, berapa omzet dan sebagainya, nanti baru bisa kita rilis pada awal tahun depan,” katanya.

BPS Masih Telusuri Warga yang Belum Terdata

Meski pendataan lapangan secara umum telah dinyatakan selesai, BPS Kepahiang juga melakukan penelusuran terhadap kemungkinan masih adanya masyarakat atau pelaku usaha yang belum terdata.

Penelusuran tersebut dilakukan pada 1 hingga 15 September 2026, terutama untuk memastikan tidak ada wilayah maupun responden yang terlewat dalam proses pendataan.

“Kita juga sedang menelusuri, barangkali masih ada warga yang belum didata. Sampai hari ini, 15 September, kita melakukan penelusuran terhadap wilayah yang belum ada responden atau masyarakat yang belum didata,” ungkap Taufik.

BPS Kepahiang sebelumnya juga telah menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media massa maupun media sosial agar warga yang merasa belum didata dapat segera melapor kepada BPS.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 benar-benar mencakup seluruh pelaku kegiatan ekonomi di Kabupaten Kepahiang.

Dalam pelaksanaannya, Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kepahiang melibatkan sebanyak 162 petugas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 142 orang merupakan petugas lapangan yang bertugas melakukan pendataan, sedangkan 20 orang merupakan tim dari BPS yang diturunkan untuk mendampingi dan memastikan proses pendataan berjalan sesuai ketentuan.

Taufik mengapresiasi respons masyarakat Kabupaten Kepahiang yang dinilai sangat baik selama pelaksanaan sensus.

“Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar dan masyarakat juga menyambut dengan sangat baik,” pungkasnya.

Data Sensus Ekonomi 2026 nantinya diharapkan menjadi salah satu pijakan penting dalam menggambarkan kondisi dan struktur perekonomian Kabupaten Kepahiang. Data tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan perencanaan pembangunan serta penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran. (Hr)

Komentar