Bupati Zurdi Nata Dorong TPS3R Jadi Mesin Ekonomi Desa, Kepahiang Bidik Zero Waste

Kepahiang96 Dilihat

KEPAHIANG, siberkreatif.com — Pemerintah Kabupaten Kepahiang terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai langkah nyata mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Salah satunya melalui penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) hingga tingkat desa.

Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata menegaskan, persoalan sampah harus ditangani sejak dari sumbernya, bukan hanya ketika sudah menumpuk di TPA. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan revitalisasi kinerja TPS3R menuju zero waste di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Senin (14/9).

“Harus kita ubah mindset kita tentang sampah. Sebelum masuk ke TPA, sampah harus kita olah terlebih dahulu dari rumah,” kata Zurdi Nata.

Menurutnya, masyarakat perlu dibiasakan memilah sampah sejak dari rumah berdasarkan jenisnya, terutama sampah organik, plastik, serta sampah yang tidak dapat diolah kembali.

Sampah organik, lanjutnya, dapat diolah menjadi pupuk kompos untuk mendukung kebutuhan pertanian. Sementara sampah plastik dapat didaur ulang maupun dikembangkan menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

“TPS3R ini menjadi wadah pengolahan sampah di desa. Kalau dikelola dengan baik, sampah bisa memiliki nilai ekonomis dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Zurdi Nata menilai, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos juga dapat menjadi alternatif bagi petani ketika harga pupuk mengalami kenaikan. Dengan begitu, pengelolaan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi produktif bagi masyarakat.

Ia berharap revitalisasi TPS3R mampu memperkuat keterlibatan masyarakat mulai dari rumah tangga hingga tingkat desa. Semakin banyak sampah yang dapat diolah di sumbernya, semakin kecil pula volume sampah yang harus dibawa ke TPA.

“Kalau sampah sudah kita olah dari rumah dan desa, tentu sampah yang masuk ke TPA akan semakin sedikit,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan agar keberadaan TPS3R tidak sebatas menjadi tempat pengumpulan sampah. Pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sehingga benar-benar menjadi pusat pengolahan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan revitalisasi kinerja TPS3R tersebut dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepahiang di lokasi TPS3R Desa Bandung Jaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepahiang, Sumi Fitriani, mengatakan penguatan TPS3R merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi masyarakat.

“Penguatan TPS3R ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat menuju Kabupaten Kepahiang zero waste,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Bidang Pembangunan Musi Dayan dan Camat Kabawetan Ansori. (Hr)

Komentar