BENGKULU, siberkreatif.com – Di tengah semakin masifnya penggunaan smartphone oleh anak-anak, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, mengingatkan bahwa peran orang tua menjadi kunci utama dalam memastikan teknologi dimanfaatkan secara positif dan aman bagi tumbuh kembang anak.
Pesan tersebut disampaikan Nelly saat menghadiri lomba mewarnai dan lomba tari anak Raudhatul Athfal (RA) yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (6/8), di Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta lomba mewarnai dan 12 grup tari dari berbagai RA di Kota Bengkulu itu menjadi momentum untuk mengajak anak-anak mengembangkan kreativitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
Nelly menegaskan, perkembangan teknologi memang tidak bisa dihindari. Namun, penggunaan smartphone harus dibarengi dengan pendampingan yang intensif dari orang tua agar menjadi sarana belajar, bukan sekadar hiburan.
“Peran orang tua sangat penting untuk mendampingi, mengawasi, dan mengarahkan agar teknologi dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan mengembangkan kreativitas. Anak-anak juga perlu diberi ruang untuk berinteraksi, bermain, dan berkegiatan positif di luar penggunaan gawai,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan seperti lomba mewarnai dan tari merupakan wadah yang efektif untuk melatih kreativitas, membangun rasa percaya diri, sekaligus memperkuat interaksi sosial anak sejak usia dini.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Kolaborasi seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda,” tambahnya.
Ketua KPID Provinsi Bengkulu, Tedi Cahyono, sependapat bahwa derasnya arus teknologi digital harus diimbangi dengan literasi digital serta pengawasan keluarga agar anak tidak mudah terpapar konten yang tidak sesuai dengan usianya.
“Anak-anak tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi. Yang harus diperkuat adalah pendampingan dari orang tua dan guru agar anak memanfaatkan smartphone secara positif serta tetap memiliki ruang untuk belajar, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan,” katanya.
Tedi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Puncak acara akan digelar melalui Jalan Sehat Anak RA Merah Putih di Sport Center Kota Bengkulu pada 8 Agustus 2026, yang ditargetkan diikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari anak-anak RA, guru, dan orang tua.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Nopian Gustari, mengapresiasi sinergi antara KPID Bengkulu dan berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi anak.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, membangun kepercayaan diri, serta mempererat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan keluarga dalam mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter di era digital. (Hr)














Komentar