Sekda Bengkulu Ajak Investor Garap Potensi Daerah Pada BLINC 3.0, Pemkab Kepahiang Promosikan Hilirisasi Kopi Robusta

Kepahiang73 Dilihat

Kepahiang, siberkreatif.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong peningkatan investasi sebagai salah satu strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui ajang Bencoolen Investment Challenge (BLINC) 3.0 Tahun 2026, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengajak para calon investor untuk mulai menanamkan modal di Provinsi Bengkulu yang dinilai memiliki potensi investasi besar di berbagai sektor.

Ajakan tersebut disampaikan Herwan Antoni saat membuka kegiatan kurasi BLINC 3.0 yang berlangsung di Aula Merah Putih, Senin (6/7/2026).

Menurut Herwan, Pemerintah Provinsi Bengkulu memandang investasi sebagai faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta menurunkan angka kemiskinan.

“Pemprov Bengkulu memandang investasi sebagai faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menurunkan angka kemiskinan. Bengkulu memiliki potensi ekonomi yang besar di berbagai sektor, seperti perkebunan, pertanian, kelautan, hilirisasi sumber daya alam, pariwisata, serta ekonomi kreatif,” ujar Herwan.

Ia mengungkapkan, realisasi investasi di Provinsi Bengkulu pada triwulan I tahun 2026 telah mencapai sekitar 41 persen dari target investasi sebesar Rp5,7 triliun yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Menurut Herwan, sektor yang paling banyak diminati investor hingga triwulan I tahun 2026 meliputi sektor perkebunan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan pertambangan.

“Minat investor cukup tinggi pada sejumlah sektor, di antaranya perkebunan, ekonomi kreatif, pariwisata, serta pertambangan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhamad Irfan Octama, berharap penyelenggaraan BLINC 3.0 mampu melahirkan peluang investasi baru yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan berbagai peluang investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Dengan meningkatnya investasi, kemajuan pembangunan daerah juga akan semakin terasa manfaatnya bagi masyarakat,” paparnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kabupaten /Kota se-Provinsi Bengkulu.

Kepala Bapperida Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, S.Pt, M.Si, saat di konfimasi, Selasa (7/7/2026) di ruang kerjanya menyampai bahwa  pada acara tersebut kabupaten mendapat giliran pertama untuk memprestasikan materi.

Dalam acara tersebut kabupaten Kepahiang mempretasikan materi mengenai hilirisasi pengolahan biji kopi robusta.

” Kabupaten Kepahiang memiliki potensi perkebunan berupa kopi Rubusta, dimana pada tahun 2025 lalu memiliki produksi mencapai 21.988,35 ton dan merupakan produksi terbesar di Provinsi Bengkulu.” papar Solihin.

Selain potensi tersebut, Kabupaten Kepahiang juga memiliki rumah produksi dan resi gudang.
” Untuk rencana rersebut, Kabupaten Kepahiang telah menyiapkan rumah produksi yang berlokasi di Desa Temdak  dan resi Gudang di Desa Air Pauh, kecamatan Seberang Musi ” lanjutnya.

Adapun skema kerjasama dengan investor dalam bentuk joint venture (patungan)

” Pemkab Kepahiang menyertakan aset sedangkan pihak investor menyumbangkan dana selama 5 tahun atau selama perusahaan beroperasi. Adapun nilai investasi yang dibutuhkan sebesar Rp. 106.832.027.054,-. Penyertaan modal Pemkab Kepahiang Rp. 11.973.727.054,- sehingga masih membutuhkan penyertaan modal dari investor sebesar Rp. 94.858.300.000,-. ” papar Solihin.

Proyek hilirisasi pengolahan kopi Robusta di Kabupaten Kepahiang memiliki prospek yang sangat positif.

” Proyeksi pendapatan bersih tahun dari kegiatan hilirisasi kopi robusta ini mencapai Rp. 48.359.784.589,-  dengan IRR 35 27% dan NPV Rp. 76, 489 milliar ” sampainya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kepala DPMPTSP, dan Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu, serta tamu undangan lainnya. (Hr)

Komentar