Pemkab Rejang Lebong Terus Berinovasi Menuju Kabupaten Wisata Andalan Provinsi Bengkulu

Rejang Lebong84 Dilihat

Rejang Lebong, siberkreatif.com –Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mrlalui Dinas Pariwisata, mengelar anugra Desa wisata 2026, Senin pagi (8/6/2026) di halaman Dinas tersebut.

Anugrah Desa Wisata 2026 ini  dihadiri Sekdakab, Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, SE, MM, Waka I DPRD, Pera Heriyani, SE. Unsur forkopimda. Serta para kepala dinas instansi jajaran Pemkab. Juga para camat dan kades yang desanya terpilih sebagai juara.

Pada anugra tersebut ditetapkan desa yang terpilih menjadi juara. Juara 1 Desa Baru Manis Kecamatan Bermani Ulu, juara 2  Desa Sumber Rejo Transad, Kecamatan Bermani Ulu Raya, juara 3 Desa Duku Ulu Kecamtan Curup Timur, dan  juara favorite diraih Desa Rimbo Recap Kecamatan  Curup Selatan.

Para juara diberikan hadiah berupa,  juara 1 terdiri dari piagam, plakat dan uang pembinaan Rp 6 juta. Juara 2 mendapat piagam, plakat dan uang tunai Rp 5 juta. Juara 3 mendapat piagam, plakat dan uang tunai Rp. 3,5 juta. Juara favorit berupa piagam, plakat dan uang tunai Rp 2,5 juta. Hadiah langsung diserahkan Sekdakab Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, SE, MM.

Selain itu, Sekdakab bersama unsur Forkopimda juga melaunching logo Rejang Lebong Bahagia dan Istimewa.
Serta melepas 2 atlet para layang Rejang Lebong, Fauzan Ramadhan dan Bintang Andanik Prasetyo untuk mengikuti pelatihan di Sekolah Pemandu Wisata Paralayang Federasi Aero Sport Indonesia di Bogor. Juga penyerahan layanan wifi gratis secara simbolis dari PT Telkom kepada pengelola objek wisata Danau Mas Harun Bastari.

‘’Hari ini kita merupakan momentum besar bagi Rejang Lebong serta menyaksikan sinergitas, inovasi dan lompatan besar  Pembangunan pariwisata, pemuda dan pelayanan publik. Yakni berupa Anugrah Desa Wisata Rejang Lebong 2026. Ini merupakan penghargaan pemerintah daerah terhadap para pengelola desa wisata yang telah berjuang menggali potensi lokal. sampai Sekda

” Desa wisata bukan sekadar tempat wisata.Tapi menjadi urat nadi perekonomian baru yang menyentuh masyarakat. Terus berinovasi, jaga kelestarian alam, dan tonjolkan kearifan lokal,’’ lanjutnya

Dikatakan, ‘’logo Rejang Lebong Bahagia dan Istimewa’’. Bahagian mencerminkan visi untuk mewujudkan masyarakat yang Sejahtera, aman, tentram dan penuh rasa Syukur. Sedangkan Istimewa menggambarkan kekayaan alam, budaya dan potensi yang dianugrahkan Tuhan ke Bumei Pat Petulai.

‘’Logo ini bukan sekadar gambar, melainkan komitmen pelayanan pemerintah daerah dan semangat kolektif warga  untuk terus maju. Serta digitalisasi pariwisata berupa pelayanan wifi gratis di Danau Mas Harun Bastari diharapkan dapat dimanfaatkan para pengunjung dan pelaku UMKM. Jadi, rawatlah fasilitas ini dengan baik,’’ tutur Sekda.

Selain itu, Sekda juga berharap agar atlet paralayang yang akan mengikuti pelatihan dapat menjadi pionir  terbaik daerah dalam pengembangan olah raga kedirgantaraan.

‘’Terbanglah dengan tinggi dan bawa nama baik Rejang Lebong dan jadikan olah raga ini menjadi salah satu daya Tarik wisata baru,’’ sampai Sekda.

Sedangkan Kadis Pariwisata, Riki Irawan, S.Sos, MSi, menjelaskan, Lomba Desa Wisata tahun 2026 diikuti 16 desa.  Pelaksanaan dilaksanakan secara marathon, Januari – Mei 2026. Mulai dari tahap pendaftaran, seleksi administrasi, verifikasi lapangan hingga pleno penentuan pemenang.

‘’Dewan juri terdiri dari  unsur pemerhati dan praktis desa wisata, akademisi dari Unib, Dinas PMD, penggiat kebudayaan serta perwakilan jurnalis/media,’’ sampai Riki.

Dewan juri itu adalah, Wayann (objek wisata), Wimmy Hartawan (kebudayaan dan Ekraf), Widodo (media publikasi digital), Ilsa (manajemen pemasaran) dan Sri Purnama (kebudayaan).

Usai pembagian hadiah pemenang desa wisata, launching logo Bahagia dan Istimewa serta pelepasan atlet paralayang, Sekda bersama unsur forkopimda dan para pejabat langsung meninjau stand pameran produk UMKM.

Stand UMKM yang dikelola Pokdarwis itu terdiri dari stand UMKM Desa Baru Manis, stand UMKM Desa Sumber Rejo Transad, stand UMKM  Desa Sumber Urip. Serta stand batik kaganga, batik diwo dan batik besurek Cheka Mode yang menampilkan koleksi busana batik Kaganga, diwo dan batik besurek.

Stand UMKM itu menampilkan aneka produk UMKM. Seperti kopi bubuk, makanan ringan, gula merah, jagung marning beragam varian rasa. Juga hasil pertanian buah dan sayur-sayuran. (Hr)

Komentar