Pemprov Bengkulu Perkuat Respons Banjir: Logistik, Evakuasi, dan Informasi Darurat Disiapkan

Lebong62 Dilihat

Lebong, siberkreatif.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat menindaklanjuti bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu. Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di New Jenggalu Resto, Senin (6/4).

Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny Pebriyanto L. Tobing, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta unsur lintas instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu, serta instansi terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, Khairil Anwar menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu siap memberikan dukungan penuh kepada daerah terdampak. Kebutuhan logistik, perahu karet, dapur umum, tenaga kesehatan, hingga posko pengungsian telah kami siapkan dan akan segera kami dukung sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Khairil Anwar.

Selain membahas banjir, rapat tersebut juga menyoroti musibah kapal nelayan yang karam akibat hujan deras dan cuaca buruk. Kapal yang membawa dua orang tersebut dilaporkan tenggelam setelah dihantam arus dan gelombang. Dari kejadian tersebut, satu orang berhasil selamat, sementara satu korban lainnya sempat dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Namun, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, termasuk warga yang berada di sekitar lokasi, korban diduga telah terlihat mengapung dan dinyatakan meninggal dunia. Hal tersebut diperkuat oleh keterangan para saksi yang melihat langsung kondisi korban di perairan.

Pemerintah Kota Bengkulu mendapat apresiasi karena bergerak cepat melakukan pencarian bersama unsur terkait sejak hari sebelumnya. Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), Damkar, Baznas, Dinas Sosial, hingga unsur TNI Angkatan Laut terus melakukan pencarian dan pemantauan di lokasi kejadian.

Untuk Kabupaten Lebong, pemerintah mencatat sementara terdapat enam kecamatan dan 15 desa terdampak banjir dan longsor, dengan sekitar 1.200 rumah terdampak. Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyalurkan bantuan awal berupa personel dan perahu karet melalui Basarnas guna membantu proses evakuasi warga di lapangan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan logistik berupa beras, kebutuhan pangan, serta dukungan tenaga kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu telah berkoordinasi dengan dinas terkait di daerah untuk memastikan kesiapan tim medis dan obat-obatan bagi warga terdampak.

Sementara itu, di Kota Bengkulu, pemerintah daerah terus melakukan upaya penanganan terhadap banjir yang merendam sejumlah wilayah. Pemerintah Kota Bengkulu bersama BPBD, Damkar, Baznas, Dinas Sosial, dan unsur terkait lainnya telah melakukan evakuasi warga, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan bantuan khusus.

Khairil Anwar menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu siap memberikan dukungan penuh kepada kabupaten dan kota terdampak, terutama dalam masa tanggap darurat. Namun demikian, bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan agar distribusi sumber daya dapat dilakukan secara merata ke seluruh wilayah terdampak.

Dalam rapat tersebut juga dibahas pentingnya penyebaran informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat. Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Kominfotik akan menyiapkan kanal informasi darurat melalui media sosial, Telegram, dan WhatsApp agar masyarakat dapat memperoleh informasi resmi terkait kondisi banjir, lokasi pengungsian, hingga kebutuhan bantuan.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, dan selalu mengacu pada informasi resmi dari pemerintah, BMKG, BPBD, maupun instansi terkait lainnya,” tutup Khairil Anwar.

Komentar