Kasus Seorang Wanita Tewas Kesetrum Listrik Di Lokasi Kebun Masih Menjadi Misteri

Kriminal164 Dilihat

Kepahiang, siberkreatif.com – Kasus tewasnya seorang wanita yang diketahui berinisial GFR (25), salah satu warga Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Rabu (4/2) lalu masih jadi misteri yang belum terpecahkan.

Saat ini pihak Kepolisian Polres Kepahiang masih berupaya mengungkap, apakah tewasnya seorang wanita mudah kesetrum listrik dilokasi perkebunan warga di Desa Talang Sawah Kecamatan Bermani Ilir, murni kecelakaan atau ada dugaan unsur pembunuhan.

Sementara itu, untuk menjalankan fungsi kontrolnya, awak media pensiljurnalis Kamis (19/2) mencoba berkunjung ke lokasi tersebut dan berhasil bertemu langsung dengan pemilik lokasi yang bernama Muksir.

Kepada awak media ini secara terbuka dan secara belak-belakan menceritakan apa yang Ia ketahui atas peristiwa yang sempat menggegerkan tersebut.

Diakui Muksir, sebelum ditemukan tewas kesetrum listrik oleh tiga (3) orang pekerja kebunnya, Joni, Wawan, dan Ef setelah menyebar racun keong itu, kalau GFR memang sering berkunjung ke kebun miliknya menjajakan wanita penghibur (Mucikari).

Namun pada saat kejadian kata Muksir, Ia sedang tidur lantaran kurang enak badan. Menurutnya Ia baru mengetahui kalau GFR alias G kesetrum listrik setelah dikasih tahu oleh ke tiga anak buahnya tersebut.

“Gita ini kan seorang mucikari sekaligus penjual diri, memang sering datang untuk menjajankan wanita penghibur, saya waktu itu kurang sehat dan masih posisi tidur, sedangkan beberapa anak buah saya si Joni, Wawan, dan Ef pada saat itu lagi nyebarin racun keong/hama di kebun saya,” terangnya.

Ketika disinggung kalau tewasnya G bukan hanya kesetrum listrik tetapi ada indikasi dugaan terjadinya pembunuhan sebagaimana dilansir dari pemberitaan yang beredar, Muksir dengan singkat dan tegas mengatakan kalau curiga itu adalah hak semua orang.

Karena kata Muksir, yang menentukan apakah G tewas kesetrum listrik atau ada indikasi dugaan pembunuhan adalah tugas aparat penegak hukum yang tentunya di perkuat dengan alat-alat bukti.

“Kami sepenuhnya menyerahkan ini kepada pihak berwenang. Karena saya yakin pihak kepolisian Polres Kepahiang akan bekerja keras dan profesional dalam mengusut dan mengungkap peristiwa ini,” tukasnya.

Lebih jauh, menurut keterangan Muksir, Sebelum ditemukan kesetrum listrik, dari keterangan yang disampaikan oleh anak buah pekerja kebunnya. G datang ke lokasi kebun miliknya lebih kurang pukul 23:00 WIB, dengan menggunakan mobil.

Tak lama setelah itu G terlihat keluar dari mobil dan lari, yang diduga kuat untuk bersembunyi karena tak berselang lama terlihat dari jauh ada sinar motor yang menyusul lalu pergi lagi.

“entah kenapa G pada saat jam 11 malam itu, korban datang sendiri menggunakan mobil, Tiba-tiba belum lama ada sinar lampu motor menuju ke tempat saya, lalu G ini lari nyumput, emang sudah biasa dia kayak gitu, kami gak begitu heran. Jadi anak buah saya melanjutkan pekerjaan,” terang Muksir.

Lanjutnya, karena setelah beberapa jam istirahat tetapi Korban tak kunjung keluar, lantas ketiga anak buahnya tersebut di atas berinisiatif melakukan pencarian.

“mereka berteriak memanggil tapi tidak ada jawaban, di cari kesana sini pada akhirnya G ditemukan dalam kondisi sudah melekat di kabel kesetrum, yang dengan sengaja di pasang untuk hama babi di pinggir lahan saya ini,” papar Muk.

“jadi ibaratnya saya ini ketimpa tangga, gimana tidak orang mati di tempat saya.” tutup Muksir.

Untuk diketahui, Dari keterangan pihak kepolisian sebelumnya, di waktu yang hampir bersamaan, diduga ada peristiwa di pemukiman warga Kelurahan Padang Lekat Kecamatan Kepahiang.

Ada informasi dugaan penggerebekan pelaku penyalahgunaan narkotika di sana, namun penjelasan ini sudah dibantah lebih awal oleh pihak kepolisian dan di nyatahkan bahwa itu tidak benar.

Sementara dari laporan tim medis RSUD Kepahiang, jenazah masuk ke IGD karena mutlak kena kesetrum aliran listrik atas nama berinisial GFR (25), warga Kecamatan Muara Kemumu pada, Rabu 4 Februari 2026 pukul 03.20 WIB.

Pewarta : Antok

Komentar