Bupati Fikri Siap Menjadi Narasumber Seminar Nasional Para Akademis dan Berbagi Pengalaman Humanis Lewat Whatsaap on Time

Rejang Lebong79 Dilihat

Rejang Lebong, siberkreatif.com – Kepemimpinan Bupati Rejang Lebong H. M. Fikri Thobari, S.E., M.AP., kembali mendapat perhatian kalangan akademisi. Tim Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Provinsi Bengkulu melakukan audiensi dengan Bupati Rejang Lebong di Rumah Dinas Bupati, Sabtu (24/1/2026), untuk membahas pembentukan Dewan IAPA Bengkulu sekaligus mengundang Bupati sebagai narasumber Seminar Nasional Kebijakan Pembangunan Daerah

Audiensi berlangsung hangat dan konstruktif selama lebih dari satu jam. Tim IAPA Bengkulu terdiri dari dosen Program Studi Administrasi Publik Universitas Bengkulu (UNIB) dan Universitas Hazairin (Unihaz), yakni Suratman, S.IP., M.Si., Jatmiko Yogo Priatno, S.IP., M.Si., Dr. Alexander, S.IP., M.Si., serta Hernowo Novianto, S.IP., M.Si. Turut hadir Kepala BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari Bahrun, S.H., M.H

Dr. Alexander menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan meminta kesediaan Bupati Rejang Lebong menjadi narasumber dalam Seminar Nasional bertema Kebijakan Publik dalam Pembangunan Daerah yang akan digelar di Universitas Bengkulu pada 2 Februari 2026.

“Pak Bupati kami nilai memiliki praktik kebijakan publik yang responsif dan humanis. Cara beliau menggerakkan birokrasi dari bawah dengan kontrol publik menjadi contoh konkret yang perlu dibedah dan dibagikan ke daerah lain,” ujar Alexander

Menurutnya, seminar nasional tersebut akan dihadiri Gubernur Bengkulu, para bupati dan wali kota, serta enam perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Administrasi Publik, yakni UNIB, Unihaz, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), STIA, Universitas Ratu Samban (Unras), dan Universitas Dehasen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rejang Lebong HM Fikri menyambut antusias rencana pembentukan Dewan IAPA Bengkulu serta pelaksanaan seminar nasional tersebut. Ia menyatakan siap berbagi pengalaman dan kebijakan pelayanan publik yang selama ini dijalankan di Kabupaten Rejang Lebong.

“Kami menyambut baik agenda IAPA ini. Saya siap menyampaikan materi terkait kebijakan pelayanan publik yang telah kami jalankan selama memimpin Rejang Lebong,” tegas Bupati

Bupati Fikri mengungkapkan, salah satu pendekatan pelayanan publik yang dijalankannya Adalah membuka saluran komunikasi langsung dengan masyarakat melalui media sosial dan WhatsApp yang aktif selama 24 jam

“Masyarakat bisa langsung menyampaikan keluhan dan laporan melalui WhatsApp. Fakta di lapangan, sekitar 95 persen laporan masyarakat itu benar. Ini sangat membantu kami dalam mengambil keputusan cepat dengan menggerakkan OPD terkait,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, Bupati Fikri mengaku dapat memantau kondisi di seluruh desa dan kelurahan di Rejang Lebong secara real time. Masyarakat, kata dia, secara tidak langsung menjadi pengawas atau CCTV sosial bagi pemerintah daerah. Ia mencontohkan laporan warga terkait seorang lansia yang tinggal di rumah tidak layak huni dan dalam kondisi sakit. Informasi yang diterima melalui WhatsApp tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menurunkan Baznas dan Dinas PUPR untuk memberikan bantuan.

“Tanpa laporan masyarakat, informasi seperti ini sering tidak sampai ke kami. Karena itu, saluran komunikasi langsung sangat efektif,” tambahnya.

Selain itu, Pemkab Rejang Lebong juga menjalankan program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di wilayah perdesaan.

“Melalui Bunga Desa, masyarakat bisa menyampaikan keluhan dan kebutuhan secara langsung tanpa sekat birokrasi. Ini sangat efektif untuk memahami persoalan riil di desa,” pungkas Bupati

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam mendorong kebijakan publik yang lebih responsif, partisipatif, dan berpihak kepada masyarakat. *(red. MC RL)*

Komentar