Durian Tembaga Desa Pengambang Kecamatan SBU Juara I Festival Durian Lokal Rejang Lebong 2026

Rejang Lebong89 Dilihat

Rejang Lebong, siberkreatif.com – Potensi durian lokal Rejang Lebong kembali membuktikan kualitasnya. Setelah melalui persaingan ketat dengan lebih dari 50 peserta, durian milik Rio, petani asal Desa Pengambang, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, berhasil meraih Juara I kategori durian tembago. Sementara itu, Juara I kategori durian standar diraih oleh durian milik Sugianto, petani dari Desa Periang.

Prestasi tersebut ditorehkan dalam Festival Durian Rejang Lebong 2026 yang digelar selama tiga hari, 18–20 Januari 2026, di Padang Ulak Tanding (PUT). Festival ini menjadi ajang unjuk kualitas durian unggulan lokal sekaligus ruang promosi bagi petani durian daerah

Untuk kategori durian tembago, Juara II diraih Bani, petani Desa Muara Telita, Kecamatan PUT, dan Juara III diraih Rio Ardiansyah, petani Desa Trans Bukit Batu. Sementara pada kategori durian standar, Juara II diraih Zubir dari Desa Kasie Kasubun dan Juara III diraih Taten dari Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang.

Seluruh durian peserta dinilai secara ketat oleh tiga dewan juri berkompeten, yakni Nini Marta, SP, MP dari Balai Perakitan dan Pengujian Buah Tropika Solok, Sumatera Barat, serta dua juri dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Bengkulu, Irma Calista, ST, M.Agr.Sc dan Dr. Hamdan, SP, MSi

Para pemenang menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. Hendri, SSTP, MSi, bersama Wakil Bupati Kepahiang Abdul Hafizh, Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu Rosmala Dewi, SP, Kepala BBPMP Bengkulu Dr. Shannora Yuliasari, STp, MP, serta Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, SIK.

Acara penyerahan hadiah turut dihadiri jajaran kepala OPD Pemkab Rejang Lebong, para camat, kepala desa, lurah, serta tamu undangan dari kabupaten tetangga seperti Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Kepahiang, dan Lebong.

Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. Hendri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, Festival Durian merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi unggulan lokal.

“Festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan durian lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus daya tarik pariwisata,” ujar Wabup

Selain kontes durian, festival ini juga dimeriahkan berbagai agenda menarik, mulai dari lomba makan durian bagi pejabat hingga makan 1.000 durian gratis untuk masyarakat, yang sukses menyedot antusiasme pengunjung.

Ketua Panitia Festival Durian Rejang Lebong 2026, Ishak Burmansyah, menjelaskan bahwa festival ini telah digelar untuk ketiga kalinya sejak 2024. Selain promosi, festival ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani serta melestarikan durian unggulan lokal melalui pelepasan bibit durian juara.

“Upaya ini tentu membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar durian unggulan lokal dapat berkembang dan memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BBPMP Bengkulu, Dr. Shannora Yuliasari, menegaskan pentingnya sumber daya genetik (SDG) varietas lokal sebagai aset negara yang mampu menggerakkan ekonomi wilayah. Ia menyebut, sejak 2017 telah terdaftar 87 varietas lokal, namun masih membutuhkan dukungan daerah untuk pelepasan varietas agar bisa dimanfaatkan secara optimal.

Usai penyerahan hadiah, durian juara kategori tembago dan standar langsung dilelang. Lelang berlangsung meriah. Durian Juara I kategori tembago dibeli Wakil Bupati Rejang Lebong seharga Rp2 juta. Sementara Juara I kategori standar dibeli Ketua DPRD Rejang Lebong seharga Rp1 juta. Sejumlah pejabat lainnya juga turut berpartisipasi dalam lelang, dengan harga penawaran mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan durian bersama dan pembagian durian gratis kepada masyarakat, yang disambut antusias warga. Festival ini juga diramaikan bazar dan pameran produk UMKM lokal, memperkuat peran festival sebagai penggerak ekonomi rakyat

Komentar