Bengkulu, siberkreatif.com – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan secara resmi melepas 50 aparatur sipil negara (ASN) peserta Retreat Merah Putih Angkatan V di Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu, Kamis (8/1). Kegiatan yang berbasis rumah ibadah ini tidak hanya bertujuan memperkuat keimanan, tetapi juga menjadi ikhtiar membantu rakyat sekaligus menjaga Bengkulu agar senantiasa berada dalam lindungan Allah subḥānahu wa ta’ala.
Gubernur Bengkulu ke-11 ini menegaskan bahwa Retreat Merah Putih merupakan ikhtiar spiritual sekaligus sosial dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana. Kegiatan ini dilaksanakan berbasis rumah ibadah, dengan peserta umat Islam mengikuti kegiatan di masjid, sementara pemeluk agama lain melaksanakannya di rumah ibadah masing-masing.
“Ini adalah upaya mitigasi langit. Kita ingin Bengkulu dijaga oleh Allah subḥānahu wa ta’ala dari berbagai bencana,” ujar Helmi Hasan usai melepas rombongan peserta retreat.
Menurut Helmi, manusia diciptakan bukan semata-mata untuk urusan dunia, melainkan untuk beribadah kepada Allah subḥānahu wa ta’ala. Ia juga bersyukur Indonesia dianugerahi lebih dari satu juta masjid yang menjadi pusat ibadah sekaligus tempat membicarakan kebesaran Allah.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi Hasan menyampaikan program Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk membuka masjid selama 24 jam. Program ini bertujuan mendorong kaum laki-laki melaksanakan salat berjamaah di masjid, sehingga ketika azan berkumandang, umat Islam dapat segera menuju masjid.
“Laki-laki yang sudah baligh wajib ke masjid. Suasana masjid harus hidup, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat belajar dan bersosialisasi,” tegasnya.
Melalui Retreat Merah Putih, para peserta tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga turun langsung melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat. Jika ditemukan rumah tidak layak huni, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan membangunkannya. Begitu pula apabila terdapat warga yang membutuhkan sembako, anak yatim, atau janda yang memerlukan bantuan, akan segera ditindaklanjuti sesuai slogan Pemprov Bengkulu, Bantu Rakyat.
“Selama tiga hari retreat, insyãAllah keimanan kita meningkat. Dunia ini bukan tempat tinggal, melainkan tempat meninggal. Karena itu, berbuatlah baik kepada sesama, sebab dunia hanya sementara, sedangkan akhirat selamanya,” ujar Helmi Hasan.
Sementara itu, Koordinator Retreat Merah Putih, Syafriandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Gubernur Bengkulu dalam membentuk ASN yang religius dan berkarakter.
“Kami menjalankan program Bapak Gubernur untuk membentuk ASN yang beriman dan peduli terhadap masyarakat,” ujar Syafriandi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu.
Ia menambahkan, sebanyak 50 ASN akan disebar ke masjid-masjid di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah selama tiga hari ke depan.
“Kegiatan ini menjadi latihan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui membaca Al-Qur’an, zikir, serta mempererat silaturahmi,” tutupnya.
Kegiatan pelepasan Retreat Merah Putih Angkatan V ini turut dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu Mian serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Retreat Merah Putih diikuti oleh ASN dari berbagai OPD, di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, BKAD, Dinas Perkim, Dinas ESDM, Dinas Ketahanan Pangan, serta DP3AP2KB.













Komentar