Melepas Kepergian Ramadhan 1446H/2025M’

Kaur520 Dilihat

 

Oleh: Ustadz Aditya Candra Utama,S.Kom.I Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Bengkulu
(Disampaikan di Mimbar Jum’at Masjid Ash-Sodiqin Jawi Kec KINAL Kab KAUR)

Kaur, siberkreatif.com – Tema Khutbah Jum’at pada Jum’at 04 April 2025M bertepatan dengan 04 Syawal 1446 Hijriyah kali ini ‘Melepas Kepergian Ramadhan 1446H/2025M’ memiliki esensi makna penting bahwa setelah sebulan penuh ummat muslimin ditempa dan digembleng di Madrasah (Sekolah) Ramadhan tentu suatu kebanggaan dan patut di syukuri atas nikmat kesempatan dan keberkahan yang telah Allah SWT berikan pada umma muslim di seluruh penjuru dunia.

Momentum Ramadhan 1446G/2025M ini mari kita jadikan suatu spirit dan semangat motivasi yang jauh lebih baik lagi kedepannya guna mempertahankan esensi taqwa yang telah kita gapai selama ditempa di Madrasah Ramadhan kemarinnya ini.

Jangan sampai pelajaran-pelajaran berharga yang kita petik dari madrasah ramadhan tidak terlihat berkasnya selepas ramadhan ini. Jangan sampai kita menjadi seperti perempuan yang memintal benang kemudian mengurainya kembali.
Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Allah SWT dalam firman-nya Qur’an Surat (QS) An-Nahl Ayat 92:
“Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya setelah dipintal dengan kuat menjadi bercerai-berai kembali.”

Para Ulama juga mengatakan bahwa, salah satu tanda diterimanya amal kebaikan seseorang adalah melakukan amal kebaikan setelahnya. Artinya, jika seseorang diberi kemudahan untuk melakukan amal-amal kebaikan setelah Ramadhan, tetap semangat melakukan berbagai kebaikan mesti telah meninggalkan ramadhan, maka hal itu pertanda bahwa ibadah puasa dan berbagai ibadah lainnya selama ramadhan diterima oleh Allah SWT.

Lalu, Sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dikatakan:
“Perilaku keberagaman seseorang yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad SAW adalah yang selalu istiqomah dan senantiasa dilestarikan.”

Untuk itu, sangat perlu esensi makna dari Istiqomah dan azzam sungguh-sungguh dalam mempertahankan madrasah ramadhan yang telah kita gapai atau capai selama ini agar kualitas esensi dari semua ibadah yang telah kita upaya masih melekat atau membekas dalam esensi kehidupan kita baik ditengah kehidupan masyarakat yang kemajemukan (beranekaragam), adat istiadat, Agama dan bangsa serta Negara yang dibingkai oleh Ukhuwah Islamiyah dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai anak bangsa Indonesia yang cinta akan kedamaian, keharmonisan, kesejukan dan kebersamaan dalam merajut makna dan esensi dari sila ke-tiga persatuan Indonesia ini.

Terakhir penulis atau Khotib mengajak semua lapisan masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu mari kita jadikan madrasah ramadhan kemarin sebagai spirit dan motivasi emas kita untuk lebih giat dan lebih mempertahankan kembali esensi taqwa yang telah kita gapai selama di Ramadhan kemarin untuk diterapkan kedalam kehidupan kita sehari-hari diluar Ramadhan ini nantinya.

Mudah-mudahan juga madrasah ramadhan kemarinnya menjadikan dosa-dosa kita diampuni Allah SWT lalu esensi kebaikan kita semakin bertambah, derajat ketaqwaan semakin berkualitas dan harapan kita semua dijauhkan atau dibebaskan dari siksa api neraka dan termasuk kedalam golongan hamba Allah SWT yang taqwa.

Kemudian, penulis atau Khotib juga mengajak dan menghimbau semua pembaca untuk meluangkan waktunya agar dibulan Syawal 1446H/2025M bisa melanjutkan puasa Sunnah nya di bulan Syawal selama 6 hari.

Hal ini sebagaimana dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa setahun penuh.”
Semoga kita semua diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam melaksanakan atau melanjutkan ibadah puasa Sunnah Syawal selama enam hari dibulan Syawal ini,,,Amiin Ya Rabbal ‘Alamin.
*(Penulis adalah Penyuluh Agama Islam di Satuan Kerja (Satker) Kementerian Agama Kota Bengkulu)*

Komentar